TSCiGUd8TSMoGUOiGpApTpA6BA==

IPDN Sulsel dan Gemini Indonesia Kolaborasi Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Dangke di Enrekang




ENREKANG - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Generasi Milineal Independen Indonesia dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan dangke di Dusun Rogo, Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, pada 6–10 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Dangke, sebagai produk olahan susu khas Enrekang, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan masyarakat.

Founder Gemini Indonesia sekaligus penanggung jawab Cahaya Ladara Nusantara Enrekang, Nurjannah atau yang akrab disapa Jhane, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada proses pembelajaran langsung dari masyarakat.

“Kami datang tidak hanya untuk menjalankan program, tetapi untuk melihat langsung proses peternakan kerbau perah, pengolahan dangke, serta berdialog dengan masyarakat mengenai tantangan dan harapan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Curio.

Sementara itu, dosen IPDN Sulawesi Selatan, Jamaruddin, menjelaskan bahwa keterlibatan akademisi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

“Sebagai bagian dari civitas akademika, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi tersebut,” jelasnya.

Jhane menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal dari pengembangan potensi ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Enrekang,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Founder JPN, Julia Putri Noor, yang menekankan pentingnya keberlanjutan program.

“Program seperti ini tidak boleh berhenti pada kegiatan sesaat. Harus ada keberlanjutan agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan masyarakat ini, diharapkan pengolahan dangke tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga mampu berkembang sebagai potensi ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Enrekang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.

WhatsApp